Puisi Karya Asri Mulyani
Aku
orang terbodoh
Hanya
memikirkan keinginan ku
Tanpa
tahu bagaimana perasaanmu
Perjuangan
mu tak kau tampakkan
Kau selalu tersenyum didepan ku
Walau hatimu terluka
Kau tak sekalipun marah kepadaku
Terkadang jika ego menguasai ku
Aku
membuat mu seperti yang paling tak berguna
Kau
selalu menenangkan hatiku
Aku
berbuat lebih seribu kesalahan
Kau
memaafkannya begitu saja
Seharusnya aku tak layak
Kerja kerasmu untukku
Air mata yang kau tetes kan
Kesesakan di dada yang kau rasakan
Kekhawatiran
akan aku
Segalanya
yang telah kau korbankan
Jujur
ku tak mampu membalas nya
Hanya
sedikit cinta dariku yang mampu meredamnya
TEMANKU
Darimu
aku belajar
Ku
ketahui jati diriku
Tujuan
hidupku
Setia
walau tak abadi
Ku tahu bagaimana peduli
Ku tahu kegelapan sebenarnya tak ada
Kegelapan itu pikiran kita sendiri
Cahaya pasti ada
Walau
kita tak punya jalan lain
Tempuh
saja jalan yang ada
Impian
yang sama
Kehidupan
memang seperti ini
Jalani saja
Saat kau jatuh
Saat kau berdiri tegak
Jangan lupa taat pada yang
kuasa
PENGAKUAN
Hidup
didunia ini untuk pengakuan
Tak
peduli bagaimana caranya
Tak
peduli akibatnya
Tak
peduli buruk atau benar
Membenci orang yang tak mengakuinya
Membenci orang yang tak sejalan
dengannya
Bahkan membuat orang yang tak bersalah
Di benci oleh banyak orang
Hal
yang membunuh jiwa seseorang
Membunuh
hatinya yang baik
Menjadi
egois karenanya
Berpikir
dia selalu benar
Yang dibencinya terbunuh jiwanya
Tersiksa hatinya
Berpikir tuk hilang dari dunia
Namun hanya bisa berdoa
MENAHAN
Hati
ini begitu sakit dan pedih
Bagaikan
ditetesi racun
Berharap
ada sari bunga mawar
Yang
cukup mengobati
Ingin rasanya bertindak
Namun keadaan yang tak sejalan
Terlalu berat nafas ini
Menjalani kehidupan ini
Apakah
akan ada penghargaan ?
Penghargaan
untuk yang bisa menahan
Ketakutan
pada sebuah mimpi
Hanya
bisa yakin ini yang terbaik
KEHIDUPAN SEKOLAH
Alarm berdering jam 4 pagi
Terdengar seperti peluit menuju perang
Ku tak ingin bangun
Namun harus ke perjalanan
Guru yang
mengomeli murid
Menyuruh
untuk memperhatikan
Memberikan
tugas yang begitu berat
Pelajaran
yang rumit
Apakah harus dilakukan sedini ini
Kita masih remaja yang ingin menikmati hidup
Kita ingin cukup bebas bermain
Dan memiliki waktu cukup tuk mengobrol
Aku sudah
cukup bosan dengan semuanya
Setiap
harinya selalu sama
Aku
berharap hari esok akan berbeda
Namun
kenyataannya tidak
Aku hanya ingin melakukan
sesuatu
Namun tak ada yang kulakukan
Hari ini berharap
Namun besok sama juga
Comments
Post a Comment