Puisi Karya Aryan Eka W




IBU
Cipt : aryan eka w
Tersiarkan kisah manusia
Kokoh bagai baja
Kuat bagai akar
Lembut bagai sutra
                Namun saat ia terjatuh
                Kau yang menangkapnya
                Saaat racun dunia menyeruak
                Kau sebagai penawarnya
Kau bagai udara
Selalu ada untukku
Kau bagai jubahku
Selalu ada sebagai pelindungku
Ku tak dapat hidup tanpamu yang layaknya udara
Ku tak dapat berdiri tanpa kau sang pelindungku
Ku tak dapat menjadi kokoh tanpa bangunan pondasimu
Ibu aku mati tanpamu

Aku tumbang tanpa kasihmu

REMBULAN
Cipt : aryan eka w

Engkau terang saat gelap
Engkau tak timbul saat terang
Engkau tak dapat jadi dirimu sendiri
Engkau mati tanpanya
                Rembulan itulah dirimu
                Tetap indah dimalammu
                Tetap terang dalam masa mu
                Terukir dalam album hatiku
Rembulan temanilah aku
Terangilah aku
Dalam gelapnya malam gulita
Hitamnya dunia
Kelamnya malam

Karna tanpamu malamku mati

INDRA BAGI MU
Cipt : aryan eka w

Kau tau aku sedang apa?
Memikirkan mu
Memikirkan bagaimana caraku
Untuk menyadari
Bahwa aku bukanlah mata untukmu
                Mentari datang
                Namun ku sadar sebelum ku buka indraku
                Aku bukanlah sepasang mata untukmu
                Yang akan kau butuhkan untuk melihat suryanya
Namun kau tetap kau
Tetap berada didalam sukmaku
Kau tetap kan kulukis indah dalam sukmaku
Karna dengan melukismu semua akan baik -baik saja

 PERISAI MU
Cipt : aryan eka w

Hidupku hanyalah pengapdian
Hidupku hanyalah sebuah perisai bagimu
Hanyalah sebuah tolok ukur tuk melindungimu
Hanyalah sebuah pelengkap pakaian perangmu
                Namun ku mengerti
                Kau hanya akan datang saat ada kegaduhan
                Kau datang karna tak ingin luka
                Kau datang karna ingin sempurna
Aku akan tetap kokoh tanpa perhatianmu
Aku akan tetap jadi perisai bagimu
Aku akan tetap menghalau petir tajammu
Ku kan tetap bertahan untuk mu
                Hingga nanti saatnya
                Aku merasa bebanku terlalu berat
                Ku kan hancur
                Tanpa ada luka di tubuhmu
HERO
Cipt : aryan eka w

Telah lebur sudah ragamu
Telah sirna engkau di pandanganku
Telah musnah engkau dari alamku
Terlambat ku gapai ujung rikma mu
                Terucap sudah janjimu
                Terlaksana sudah pengorbananmu
                Tuk bibit masa depan nanti
                Kau rela mati tanpa liang lahat
Kini bibitmu unggul
Lebih untuk sekedar menghormatimu
Lunas sudah baktimu
Harum semerbak keberhasilanmu

Comments